Saturday, November 21, 2015

JURNALISTIK

SEJARAH JURNALISTIK

Jurnalistik atau jurnalisme memiliki akar kata dari bahasa latin yaitu du jour yang berarti “harian” atau “setiap hari”. Dan dalam bahasa perancis, kata du jaour itu sendiri memiliki makna  catatan tentang kejadian sehari – hari. Dari waktu ke waktu pengertian dari jurnalistik semakin diperbaharui dan para ahli juga banyak memberikan pendapat. Jadi, secara umum jurnalistik dapat diartikan sebagai kegiatan penyampaian pesan atau kabar berita melalui media media komunikasi yang ada.

Sebelumnya dalam bidang studi jurnalistik lebih dikenal dengan “pengetahuan di bidang persurat kabaran” atau Zeitungskunde (Belanda) yang diperkenalkan oleh seorang pakar ekonomi  bernama Karl Bucher dan dimajukan kembali oleh Max Weber, sosiolog berkebangsaan Jerman yang menyelidiki soal aspek sosiologis yang dapat mendukung ilmu persuratkabaran.

Sejalan dengan berkembangnya media komunikasi yang menjadi alat untuk penyebaran pesan atau berita dan semakin kompleksnya objek studi persuratkabaran, para ahli mengubah Zeitungskunde menjadi Publizistik (1930) yang berasal dari bahasa Latin publicare yang berarti “menumumkan”.

Setelah Perang Dunia II, di Amerika Serikat telah terjadi perubahan studi ilmu publisistik secara mendasar dikarenakan banyaknya penyelahgunaan dan dijadikan sebagai alat propaganda atas kepemimpinan Adolf Hitler.

Jadi pada dasarnya, jurnalistik merupakan kegiatan komunikasi massa yang menyangkut kajian studi cukup mendalam, luas dan menyangkut kajian mengenai proses komunikasi massa. Makadari itu, jurnalistik sebagai cikal bakal ilmu komunikasi massa tidak terlepas dari kajian seluruh aspek media massa.

Referensi :

Barus, Sedia Willing. 2010. Jurnalistik; Petunjuk Teknis Menulis Berita. Jakarta: Erlangga.

No comments:

Post a Comment